Home / berita umum / 13 Macan Tutul yang Teridentifikasi Tertangkap Kamera Trap di Hutan Gunung Muria

13 Macan Tutul yang Teridentifikasi Tertangkap Kamera Trap di Hutan Gunung Muria

13 Macan Tutul yang Teridentifikasi Tertangkap Kamera Trap di Hutan Gunung Muria – Yayasan Konservasi Alam Nusantara mencatat terdapatnya seputar 13 ekor macan tutul yang ada di rimba Gunung Muria. Macan tutul itu sampai sekarang ini masih tetap ada. Hal tersebut berdasar pada analisis mereka.

Corporate Transformation and Sustainibility dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Ratih Loekito, Selasa (5/3/2019) di Command Center kompleks Pendapa Pemkab Kudus memaparkan masalah macan tutul itu.

“Sampai sekarang ini jika kita bicara macan tutul, disana kondisinya masih tetap relatif bagus. Tetapi kan kita tidak dapat tutup mata, kan dengan keadaan yang saat ini berlangsung jumlahnya perambahan rimba, bukan mustahil lama-lama kondisinya akan semakin buruk,” kata Ratih.

“Untuk betul-betul tahu jumlahnya populasi macan tutul tetap harus ada skema yang berulang. Seputar 13 ekor macan tutul yang teridentifikasi itu tertangkap camera trap yang dipasang di lokasi rimba Gunung Muria semenjak Agustus sampai November 2018,” imbuhnya.

Ratih menjelaskan sekarang ini tidak hanya macan tutul, dari camera trap ada beberapa hewan lainnya seperti babi rimba, rusa, serta ayam rimba. Termasuk ada spesies baru yang lain di rimba Muria itu.

Pihaknya sekarang ini tengah pengaturan dengan Instansi Pengetahuan Pengetahuan Indonesia (LIPI). Termasuk masih tetap lakukan analisis yang nanti dapat digunakan untuk pengendalian rimba Gunung Muria.

Menurutnya, YKAN menjadi bahan analisis pun mengidentifikasi segi sosial seperti masyarakat yang hidup berdekatan dengan rimba.

Bupati Kudus, Muhammad Tamzil memberi dukungan terdapatnya usaha konservasi rimba Gunung Muria.

“Kami menjadi pemerintah daerah tentu saja tangkap baik mengenai perihal ini. Dahulu dengan sporadis telah dikerjakan konservasi, dahulu ada Muria Hijau ada LMDH tapi ini kan belumlah masif, lha ini kita mesti masif. Hingga akhirnya pun optimal,” kata Tamzil.

Kepala Sisi Kesatuan Pemangkuan Rimba (BKPH) Muria Patiayam, Sapari menuturkan seputar 400 hektare tempat yang perlu dikonservasi. Lokasi itu 300 hektare masuk dalam lokasi Kabupaten Kudus. Sedang bekasnya masuk dalam lokasi Kabupaten Jepara seluas 100 hektare.

“Lokasi 400 hektare itu, masuk dalam lokasi rehabilitasi rimba lindung,” kata Sapari.

About admin