Akibat Seludupkan Sabu Asal Aceh Seorang Janda Anak 3 Ditangkap Polisi

Akibat Seludupkan Sabu Asal Aceh Seorang Janda Anak 3 Ditangkap Polisi  – Pengiriman 1 Kg sabu-sabu dari Aceh digagalkan petugas Polrestabes Medan. Seseorang janda beranak tiga, FTH (37) , ditangkap selagi membawa barang haram itu.

” Kita menangkapnya waktu tiba pada salah satunya pool bus di Jalan Gagak Hitam, Medan, beberapa waktu terakhir ini, ” kata AKBP Ganda Saragih, Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan, Senin (13/11) .

Paket sabu-sabu yang di kirim FTH menyerupai dengan yang diekspos oleh pihak BNN di Aceh. Juga diketemukan kode ‘CP’. Dijumpai juga sisa-sisa tanah, dikira sisa ditimbun didalam tahan.

Petugas sudah melaksanakan tes laboratorium buat memperlihatkan barang yang dibawa FTH sebagai natkotika. “Dari tes kita laksanakan, kristal ini positif narkoba yang punya kandungan amphetamine, ” sebut Erna, petugas Labfor Polri.

FTH sebagai warga Desa Abuek Tingkeum, Jeumpa, Bireuen, Aceh. Diakuinya mendapatkan pekerjaan mengantarkan sabu-sabu dari seorang berinisal ZK, warga Aceh. Dia diupah Rp 10 juta apabila sukses mengantar narkoba itu pada seseoramg yang dapat menjemput di pool bus.

” Pengiriman ini dikira dirapikan seseorang penghuni Lapas Tanjung Gusta Medan, masih tetap kita laksanakan penyelidikan, ” terang Ganda.

Terhadap wartawan, FTH mengakui baru kesempatan ini memerankan peran menjadi pengantar sabu-sabu. Diakuinya terbelit persoalan ekonomi. ” Suami saya udah lama wafat dunia, saya tdk bekerja, jadi sangat terpaksa melaksanakan ini, ” tukasnya.

Wanita ini juga mengakui tdk kenal dengan yang miliki sabu-sabu itu. Dia cuma di beri pekerjaan serta dijanjikan imbalan Rp 10 juta.

Dikarenakan kelakuannya, FTH dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) subs UU No 35 Th. 2009 terkait Narkotika, dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 th. penjara serta paling lama 20 th. dengan denda sedikitnya Rp 1 miliar paling banyak Rp 10 miliar