Home / berita umum / Alasan Perwira Polisi Lalaikan Tugas Karena Ngojek

Alasan Perwira Polisi Lalaikan Tugas Karena Ngojek

Alasan Perwira Polisi Lalaikan Tugas Karena Ngojek – Seseorang perwira polisi di Grup Sabhara Polres Kendari Inspektur Satu (Iptu) Triadi menekuni sidang asas lantaran lebih dari 30 hari tinggalkan pekerjaan tanpa ada izin ke pimpinan. Dalam sidang, ia ditetapkan memperoleh sangsi penghentian masih dengan tak hormat (PTDH) .

Kabar itu diungkapkan Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt kala dihubungi, Sabtu (10/8/2019) . Sidang di pimpin Kabidpropam Polda Sultra sebagai ketua Sidang Komisi Kode Etik Karier (KKEP) AKBP Agoeng Adi Koerniawan.

Harry menuturkan Iptu Triadi udah lakukan Pelanggaran Kode Etik Karier Polri berwujud tinggalkan pekerjaan tanpa ada izin pimpinan lebih dari 30 hari kerja dengan cara berturutan. Ini melanggar Kasus 13 ayat (1) Jo kasus 14 ayat 1 huruf a PP RI No 1 Tahun 2003 serta Kasus 7 ayat 1 huruf e Perkap Nomer 14 tahun 2011 mengenai Kode Etik Karier Polri.

Harry memaparkan, ada beberapa bukti yg tersingkap dalam persidangan. Iptu Triadi pada 2017 sudah pernah tinggalkan pekerjaan lebih dari 30 hari kerja dengan cara berturutan. Akan tetapi kala itu pimpinan memberi ketetapan supaya Iptu Triadi tak diolah lewat sidang KKEP, akan tetapi sidang disiplin sesuai dengan Surat Ketetapan Hukuman Disiplin (SKHD) Nomer : KEP/04/I/HUK. 12. 10. 1/2019/Sipropam tanggal 17 Januari 2019.

Iptu Triadi semenjak memegang Wakapolsek Waworete Polres Kendari tinggalkan pekerjaan dengan cara berturutan semenjak 1 Agustus 2018 sampai 26 Agustus 2018. Ia kembali mengulang kelakuannya tinggalkan pekerjaan tanpa ada izin pimpinan dengan cara berturutan lebih dari 30 hari kerja semenjak dimutasikan jadi Pama Sat Sabhara Polres Kendari semenjak 27 Agustus 2018 sampai 15 Oktober 2018.

Keseluruhan seluruh Iptu Triadi tak mengerjakan pekerjaan tanpa ada izin pimpinan sepanjang 62 hari kerja. Meskipun sebenarnya jadi seseorang perwira ia mesti jadi teladan buat beberapa anggotanya.

Dalam persidangan, Iptu Triadi mengaku kelakuannya itu. Diakuinya tak mengerjakan pekerjaan tanpa ada izin ke pimpinan lantaran jadi tukang ojek dengan pendapatan Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu perhari.

Hasil keputusan sidang menjatuhkan sangsi miliki sifat adat serta administratif. Sangsi adat, prilaku Iptu Triadi dikatakan jadi tindakan tercela. Dan sangsi administratif, Iptu Triadi di rekomendasikan diberhentikan tak dengan hormat atau PTDH) jadi anggota Polri. Iptu Triadi terima keputusan itu.

Diberikan pertanyaan mengapa Iptu Triadi lebih pilih jadi tukang ojek dibandingkan dengan jadi anggota Polri, Harry menyatakan Iptu Triadi tak berikan fakta.

” Tak ada fakta, yg perihal memahami udah tinggalkan pekerjaan serta melalaikan pekerjaannya jadi anggota Polri, ” pungkasnya.

About penulis77