Amerika Memalsukan Foto Pedaratan Di Bulan

Agen Casino

Amerika Memalsukan Foto Pedaratan Di Bulan – Tayangan Pendaratan Bulan pertama pada bulan Juli 1968 disaksikan juta-an orang di dunia.

Tapi masih ada beberapa orang yg percaya jika manusia tidak sempat menginjakkan kaki di Bulan.

Tubuh Luar Angkasa Amerika (NASA) memberitahukan jika berdasar pada jajak arahan, banyaknya penduduk Amerika yg yakin jika Pendaratan Bulan dipalsukan, konsisten terus menerus di rata-rata 5%.

Angka ini memang rendah, tapi cukup untuk bikin teori konspirasi konsisten hidup.

Alasan pokok simpatisan teori hoax merupakan jika pada tahun 1960-an program luar angkasa AS tidak mempunyai tehnologi yg cukup untuk mengerjakan misi sukses ke Bulan.

Ini memberi isyarat jika lantaran ini tidak bisa dikerjakan, karena itu NASA peluang bikin pendaratan palsu untuk menjadi pemenang perlombaan luar angkasa dengan Uni Sovyet. Kala itu Sovyet masih semakin maju, bahkan juga sudah pernah mengerjakan pendaratan wahana di daratan Bulan biarpun alami kecelakaan.

Bermacam narasi yg mempersoalkan kebenaran pengakuan kondang Neil Armstrong, “satu langkah kecil buat manusia, satu langkah raksasa buat kemanusiaan” mulai tersebar tidak lama sehabis Apollo 11 kembali lagi Bumi.

Tulisan itu merupakan karya Bill Kaysing, seseorang wartawan serta pegawai sisi interaksi warga kontraktor NASA.

Buku itu menjelaskan beberapa alasan pokok yg setelah itu digunakan beberapa penyangka.

Daftar ini masukkan “bukti” dari beberapa photo – seperti tidak ada bintang di latar photo daratan Bulan serta kibaran bendera AS di lingkungan hampa udara.

Michael Rich, astronom University of California, menyampaikan ada justifikasi ilmiah yg mempersoalkan teori ini.

Bendera berubah menjadi kusut atau bergelombang lantaran tenaga yg dikeluarkan Armstrong serta astronaut Buzz Aldrin kala memasukkan tiang ke daratan. Punyai bentuk tidak berganti lantaran gravitasi Bulan enam kali lebih rendah dibanding Bumi.

Brian Koberlein, profesor Astrofisika Rochester Institute of Technology, memperjelas ini berlangsung lantaran daratan Bulan merepresentasikan sinar matahari serta sebab itu tampak benar-benar jelas di beberapa photo.

Cahaya ini menahan sinar yg lebih suram dari bintang. Sebab itu kita tidak bisa lihat bintang di photo misi Apollo 11 – sinar bintang kurang kuat.

Jejak kaki yg dibiarkan manusia di Bulan pun berubah menjadi tujuan beberapa simpatisan teori konspirasi Pendaratan Bulan.

Mereka melihat minimnya kelembapan di Bulan tidak sangat mungkin bertahannya gambar seperti photo jejak kaki Aldrin.

Walaupun begitu, Mark Robinson, profesor di Arizona State University, memberi keterangan ilmiahnya.

Lantaran partikel tanah pun kohesif, jejak kaki bertahan biarpun sepatu boots telah bergerak pergi dari tempat itu.

Robinson memperjelas jejak kaki di Bulan akan ada di sana saat juta-an tahun lantaran tidak ada atmosfir di sana – karena itu tidak ada angin di Bulan.

Satu diantara teori konspirasi yg disukai banyak orang merupakan sabuk radiasi di sekitar Bumi bisa membunuh astronaut.

Diketahui jadi sabuk Van Allen yg terjadi lantaran hubungan di antara angin matahari serta medan magnet Bumi.

Pada permulaan perlombaan luar angkasa luar, radiasi berubah menjadi satu diantara kegelisahan pokok beberapa ilmuwan, mereka kuatir beberapa astronaut bisa terbunuh kala memasukinya.

Tapi menurut NASA, awak Apollo 11 konsisten ada di sabuk Van Allen saat kurang dari dua jam dalam perjalanan ke Bulan. Mereka cuma memakan waktu kurang dari lima menit di beberapa tempat dimana radiasi raih intensif paling tinggi – ini bermakna mereka kurang lama ada di dalamnya.

Photo dari wahana yg mengorbit Bulan semenjak tahun 2009 perlihatkan bukti kuat jika Pendaratan Bulan memang berlangsung.

Antara lainnya merupakan photo tempat pendaratan Apollo 11, dimana Anda bisa lihat sisa pada tanah serta bahkan juga tersisa modul Bulan.

LRO pun perlihatkan bendera yg ditancapkan enam awak yg datang di Bulan masih ada – wahana lihat bayangannya pada daratan.

Biarpun beberapa teori konspirasi di atas udah digugurkan – ini masih benar-benar disukai banyak orang serta ada banyak disebarluaskan.

Tapi sesungguhnya merupakan ada bukti ilmiah yg cukup untuk menegaskan jika pada tanggal 20 Juli 1969, Neil Armstrong betul-betul menjejakkan kaki di Bulan.

Satu pertanyaan yg seringkali dilepaskan pada simpatisan teori konspirasi Pendaratan Bulan merupakan bila insiden itu memang palsu, kenapa Uni Sovyet, yg tengah melawan Perang Dingin menantang AS namun juga ikut serta dalam program rahasia berkirim manusia ke Bulan, tidak turut menyuport?

“Bila kami tidak datang di Bulan serta memalsukannya, faksi Sovyet mempunyai kebolehan serta impian untuk memasalahkannya, bila ini memang benar,” kata Robert Launius, bekas sejarahwan NASA.

“Serta lantaran mereka tidak sempat menyampaikan apa pun, buat saya, itu merupakan satu pengakuan yg cukup kuat,” bebernya.