Pemerasan Ormas Minta THR Di Selidiki Polisi

Pemerasan Ormas Minta THR Di Selidiki Polisi - Polres Jakarta Barat belum pula terima laporan dari entrepreneur perihal ada ormas yang memohon tunjangan haru raya (THR) . Apabila itu ada serta hingga memaksakan entrepreneur, polisi dapat melaksanakan perbuatan.

” Seandainya memaksakan artinya itu memeras, artinya itu pidana. Tdk bisa itu, dapat kita tindak seandainya hingga berjalan pidana, ” tegas Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi selagi dihubungi detikcom, Senin (28/5/2018) .

Hengki mengimbau pada entrepreneur buat tdk takut melapor ke polisi apabila ada oknum ormas yang memaksakan memohon THR. Polisi dapat melaksanakan perbuatan.

” Namun rata-rata benar-benar mereka (entrepreneur) takut buat melapor, seandainya saat dapat lapor dengan tertutup ke kepolisian. Kita ada tekniknya kelak buat melaksanakan perbuatan, ” ujarnya.

Diawalnya, Polres Jakarta Barat sempat pula menangkap beberapa ormas yang melaksanakan pemerasan pada banyak entrepreneur.

” Ada oknum ormas yang kita tangkap dikarenakan diduga melaksanakan pemerasan pada penduduk juga, ” tuturnya.

Lebih jauh Hengki mengemukakan, pihaknya sudah mengunpulkan semua elemen masyarajat termasuk juga ormas mendekati lebaran ini. Polisi memohon semua elemen penduduk buat merawat kondusivitas sepanjang puasa sampai lebaran.

” Saya telah tekankan ke depan tdk bisa ada sekali lagi yang mirip ini, ” lanjutnya.

Diawalnya mengedar di medsos surat dengan kop surat FBR yang berisi permintaan pemberian tunjangan hari raya (THR) . Dalam surat itu tercatat diperuntukan pada banyak aktor usaha. Permintaan THR ini di ajukan mendekati Fitri 1439 H.

Di medsos, surat permintaan yang mengedar itu di keluarkan oleh ormas yang sama. Satu surat diperuntukan ke entrepreneur di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Satu surat sekali lagi diperuntukan pada aktor usaha di daerah Kalideres, Jakarta Barat.

Lembaga Betawi Rempug (FBR) menyanggah organisasinya sudah keluarkan surat memohon THR seperti yang viral di medsos. Panglima FBR Jabodetabek Syarul Gozali memanggil hal semacam tersebut hoax.

” Itu hoax. Tak ada (perintah keluarkan surat) . Serta tiada dari pihak manapun baik itu gardu buat bikin surat (permohonan) THR, ” ucap Syahrul Gozali, selagi dihubungi, Minggu (27/5/2018) .