Polisi Berhasil grebeg 1 Pabrik Pembuat Kosmetik Oplosan

Polisi Berhasil grebeg 1 Pabrik Pembuat Kosmetik Oplosan – Kepolisian menggerebek ruko berlantai dua di Perumnas Bengkuring Jalan Bengkuring Raya, Samarinda, Kalimantan Timur. Di tempat, beberapa ribu kosmetik dari 12 tipe diambil alih petugas. Dua orang didalam ruko, D serta A dijebloskan ke penjara.

Penggerebekan dijalankan Senin tempo hari sekira jam 16. 00 Wita, sehabis polisi mengintai sepanjang satu minggu. Penindakan dijalankan sehabis diawalnya warga mengatakan terdapatnya kegiatan pabrik kosmetik oplosan di ruko itu.

” Saat kita gerebek, diketemukan aktor tengah mengolah kosmetik oplosan itu. Diketemukan dua hingga tiga ember, serta tipe ramuan oplosan kosmetik, ” kata Kanit Ekonomi Teristimewa Grup Reskrim Polresta Samarinda AKP Nono Rusmana pada wartawan, Samarinda, Selasa (19/12) sore.

Beberapa pekerja di ketahui datang dari luar kota, serta telah empat bln. berproduksi. Mereka mengoplos kosmetik asli dengan mengimbuhkan serta mencampurkan bahan khusus. Bahkan juga selagi penggerebekan, polisi mengamankan cairan dalam galon yg disangka kuat sebagai salah satunya bahan gabungan. Kosmetik oplosan yg telah jadi di tawarkan dengan cara on-line.

” Buat membeberkan adakah kandunga beresiko atau tdk. Tetapi dari penindakan ini, telah tidak mematuhi dikarenakan tdk mempunyai izin edar dari BBPOM serta bab perlindungan pembeli, ” papar Nono.

Dari penggerebekan itu, polisi menentukan dua tersangka, D serta H, dikarenakan perannya jadi yang memiliki serta pengolah kosmetik oplosan.

” Pemiliknya merupakan D. Dua karyawannya yg bekerja cuma atas perintah dari majikan D ini, ” ungkap Nono.

Tersangka mengakui belajar menghasilkan kosmetik oplosan dengan cara belajar sendiri dari medsos. Motifnya buat mencari keuntungan.

” Kan di medsos itu banyak beberapa cara mengolah, merakit, ” terangnya sekali lagi.

Tersangka disangka telah punya pelanggan terus. Sebab barang yg di produksi cepat habis. Contohnya lulur oplosan, dalam tiap tiap produksi tdk hingga satu bulan telah habis terjual.

Dua tersangka saat ini meringkuk di penjara Polresta Samarinda. Meskipun dipasarkan dengan cara on-line, polisi menjerat keduanya dengan Undang-undang No 36/2009 terkait Kesehatan serta Undang-undang No 8/1999 Terkait Perlindungan Pembeli.