Polisi Berhasil Meringkus Dua Orang Pelaku Curanmor Di Sagulung

Polisi Berhasil Meringkus Dua Orang Pelaku Curanmor Di Sagulung – Deretan Polsek Sagulung menembak dua aktor spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) antar pulau, yakni Wahyudi Megantara (27) serta Budi Susanto (28) . Keduanya terpaksa sekali ditembak dikarenakan melaksanakan perlawaan selagi akan di tangkap di Pelabuhan Galang Baru Jembatan VI, Batam, pada Minggu 12 November 2017 lebih kurang waktu 01. 00 WIB.

” Kami amankan aktor selagi mereka pengen kirim tiga unit motor ke pulau Lingga, Galang, ” kata Kanit Reskrim Polsek Sagulung Ipda Bonar Hutapea, Senin (13/11/2017) .

Dari pembicaraan aktor pada polisi, mereka sebagai persekutuan spesialis pencurian kendaraan bermotor serta akhirnya dapat dipasarkan ke pulau-pulau paling dekat Batam. Mereka sudah melaksanakan perbuatan curanmor di banyak lokasi kota Batam. ” Dari hasil kontrol sesaat, aktor telah beraksi di 35 TKP. Kita masih tetap kembangkan masalah curanmor ini, dikarenakan teman yang lain berinisal Sr masih tetap kami kejar, ” kata Bonar.

Tidak cuman menangkap dua aktor curanmor, polisi juga mengamankan dua penadah motor curian asal Lingga, salah satunya Rido Rustisa (27) serta Said Farizan (34) . Mereka jual kembali motor hasil curian tiga aktor di pulau Lingga buat penduduk lebih kurang. ” Benar-benar beberapa aktor ini jual hasil curiannya ke pulau-pulau. Selagi beraksi mereka cuma perlu saat satu menit buat melaksanakan pembobolan kendaraan incaranya memanfaatkan kunci T, ” tangkisnya.

Dari tangan aktor, polisi mengamankan tiga unit sepeda motor yg dapat di kirim ke pulau Lingga. Salah satunya, satu unit Honda Beat BP 3499 QQ biru putih, satu unit Suzuki Satria FU BP 6351 FM biru putih serta satu unit honda Beat BP 2377 QI hitam. ” Diawalnya aktor telah sukses melaksanakan pengiriman enam motor ke pulau Lingga. Kita dapat kembangkan selalu masalah ini sampai penjemputan ranmor yg telah di kirim, ” tukasnya.

‎Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, ke dua aktor curanmor dijerat pasal 363 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan th. penjara. Sesaat buat ke dua penadah, mereka dijerat pasal 480 ayat 1 dengan ancaman hukuman empat th. penjara