Home / berita umum / Polisi Temukan Titik Terang Atas Dugaan Penculikan 3 Remaja di Magetan

Polisi Temukan Titik Terang Atas Dugaan Penculikan 3 Remaja di Magetan

Polisi Temukan Titik Terang Atas Dugaan Penculikan 3 Remaja di Magetan – Polisi pada akhirnya temukan titik jelas atas pendapat penculikan tiga remaja di Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. Nyatanya mereka ‘diamankan’ sebab disangka mengambil sandal aktor.

“Jadi gini anak-anak itu tertangkap tangan pada saat ambil sandal. Jadi sesudah ambil sandal sebab dikenali lalu diparani (didatangi, red) D di dalam rumah,” jelas Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Sukatni waktu dihubungi, Jumat (4/1/2019).

Yang ‘mengamankan’ ialah Dian, pria yang awalannya disangka menjadi aktor penculikan serta sudah sempat mengontak orangtua salah satunya korban.

Dalam kesehariannya, yang berkaitan pun didapati adalah Pekerja Harian Terlepas (PHL) sisi kesehatan di divisi pengurusan SIM Polres Magetan.

Berkaitan perihal ini, Sukatni menuturkan jika apakah yang dikerjakan oleh D telah sama dengan SOP-nya, walau statusnya cuma PHL di Polres Magetan.

“Walau cuma PHL, D ini diijinkan untuk lakukan penangkapan. Sama dengan di KUHP jika siapapun bisa, masyarakat itu berkewajiban jika tahu tidak pidana langsung dikerjakan penangkapan,” katanya.

Walau demikian, pada akhirnya baik D ataupun orangtua ke-3 remaja berinisial AD, AG serta AN (15) itu setuju untuk berdamai.

“Soalnya juga saya panggil orangtua dan saya ketemukan dengan Dian. Mereka setuju kekeluargaan. Sebab yang pertama pertimbangannya masih tetap anak-anak, yang ke-2 untuk kekeluargaan,” tutur Sukatni.

Ketiganya lalu diijinkan pulang di hari Kamis (3/1/2019) seputar jam 20.00 WIB.

Dikabarkan awal mulanya, AD, AN serta AG disangka diculik di hari Kamis (3/1/2019) pagi hari. Menurut narasi Jarno, waktu itu ada tiga pria mendobrak pintu tempat tinggalnya mengakui polisi. Walau sebenarnya waktu itu cuma ada anaknya serta sang nenek yang ketakutan. Bapak AD sendiri tengah melatih beladiri.

“Aktor tiga orang bertanya anak saya ke mbahe (neneknya). Sekalian ketakutan ibu saya manggil anak saya langsung dibawa kabur berjalan serta mengakui polisi, tiada mengendarai kendaraan,” katanya.

About admin