Tika erta M Riko Terdakwa Pembunuhan Divonis Hukuman Mati

Agen Casino

Tika erta M Riko Terdakwa Pembunuhan Divonis Hukuman Mati – Tika serta M Riko terdakwa masalah pembunuhan merencanakan pada Ponia divonis hukuman mati oleh majelis hakim dalam persidangan yang diadakan di Pengadilan Negeri Pagaralam.

Langsung dipngujung sidang, suami korban dan kerabat almarhum Ponia yang memadati ruangan persidangan di PN Kota Pagaralam sudah sempat berlangsung kerusuhan.

Beberapa keluarga korban dengan suara keras ucapkan Alllahuakbar, Allahukbar berulang kali. Jadi bentuk kenikmatan mereka menanti keputusan yang dijatuhi pada terdakwa Tika serta M Riko.

Hakim Ketua Martin Helmi SH di persidangan mengemukakan sesudah dengarkan pembacaan berkas acara persidangan vonis yang dikatakan hakim anggota Rangga SH serta Agung Hartarto SH, dianya mengemukakan, jika tindakan yang dikerjakan terdakwa ini sadis serta dikerjakan dengan terencana serta adalah aksi yang dihendaki aktor.

“Tidak ada hal yang memudahkan beberapa terdakwa (Tika serta Riko, red) atas tindakan yang dikerjakan mereka yang sudah hilangkan nyawa orang,” tutur ia di depan beberapa terdakwa.

Sesudah pembacaan keputusan yang dijatuhi pada ke-2 terdakwa yang terbuki bersama dengan gagasan, lanjut Martin Helmi, dianya mengemukakan silakan buat beberapa terdakwa untuk terima atau pikir-pikir.

“Ya silakan, bila fikir pikir kita nantikan sampai tujuh hari kedepan,” tuturnya.

ementara, memalui pengacara hukum terdakwa Haidir Murni SH pada hakim ajukan pikir-pikir pada keputusan hukuman mati yang dijatuhkan pada ke-2 terdakwa.

Kajari Pagaralam M Zuhri SH MH lewat Kasi Intel, Gabriel SH menjelaskan, untuk keputusan dari majelis hakim sama juga dengan tuntutan dari jaksa penuntut umum yang awalnya tuntut hukuman mati pada terdakwa.

Disebutkan Gabriel awalnya, jika ke-2 terdakwa Tika serta M Riko dituntut mati hukuman mati atas tindakannya lakukan pembunuhan merencanakan. Hingga hilangkan dua nyawa orang sekaligus juga yang salahsatunya masih di bawah usia. Ke-2 aktor dituntut dengan tuduhan kesatu Primair masalah 340 jo 55 ayat (1) ke 1 KUHP Subsidair Masalah 338 jo 55 ayat (1) ke 1 KUHP serta tuduhan Ke-2 Masalah 80 ayat (3) jo masalah 76 c UU no 35 tahun 2014